Kumpulan Pembelajaran ''PEK" (Pengantar Entrepreneur Kuliner)
Rabu, 08 Mei 2013
JR # 7 ( PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN DALAM BISNIS RITEL)
Dalam dunia usaha khususnya bisnis ritel, persediaan barang dagangan merupakan masalah yang perlu kita perhatikan dengan serius. Karena akan terkait erat dengan pengelolaan barang dagangan (merchandising). Bagaimanapun sebagus-bagusnnya barang dagangan yang dipajang ditoko, jika pelanggan tidak menemukan barang yang dibutuhkan karena suatu alasan kehabisan persediaan barang bisa mengurangi citra toko tersebut. Akan terlihat seberapa profesional manajemen sebuah toko ritel bisa dilihat dari cara pengelolan stok atau persediaan barang dagangannya. Sekilas sangatlah sederhana dan mudah untuk bagaimana mengatur jumlah persedian barang dan barang sudah habis untuk dijual. Namun merupakan hal yang harus kita pelajari, seperti apa dan bagaimana memahaminya.Persediaan barang dagangan bisa mencakup seluruh stok yang ada (stock in hand) termasuk juga pada barang yang ada dirak toko (rak display) maupun barang yang ada dibelakang (gudang toko). Jadi untuk persedian barang ini tidak hanya barang yang kelihatan dipajang dalam toko melainkan juga barang-barang yang masih berada dalam penyimpanan digudang.
Pentingnya persediaan barang dagangan dalam suatu toko, khususnya usaha ritel yang serba ada karena menunjukkan barang-barang yang akan dijual kembali melalui kegiatan jual beli yang dapat terlihat ditoko. Karena dalam persediaan barang dagangan akan menentukan jumlah penjualan sebuah toko. Dan juga merupakan sumber pandapatan pokok bagi sebuah toko untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka merupakan hal yang sangat wajar kalau persediaan barang dagangan sangatlah penting.
Sebuah gambaran tentang persedian barang dagangan, toko ritel juga dituntut untuk selalu peka terhadap apa keinginan para pelanggannya, guna meningkatkan pangsa pasarnya dan apa yang menjadi target utamanya dapat diraihnya. Tanpa suatu persediaan, para pengusaha dagang dihadapkan pada sebuah resiko. Yaitu pada suatu waktu tidak dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan yang meminta barang. Hal ini akan menutup kemungkinan bahwa pengusaha dagang tersebut kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang seharusnya mereka dapatkan. Inilah sebenarnya yang menjadi dasar utama mengapa setiap pedagang harus memiliki persediaan barang dagang dengan batas yang wajar sesuai dengan beberapa faktor yang menjadi acuan, karena persediaan barang dagang yang berlebih dan kurang akan menjadi hal yang sangat riskan dan dapat menimbulkan kerugian oleh para pedagang itu sendiri.
Demikian tulisan dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Wassalamu'alaikum wr. wb............
Senin, 29 April 2013
JR # 6 ( ARUS KAS atau CASH FLOW)
Mempelajari tentang arus kas ternyata gampang-gampang susah juga ya....namun juga sangat menyenangkan teringat pada materi yang diberikan oleh pak Winarto Poernomo biasa kami sapa dengan sebutan pak Win, salah satu dosen dari UCEC (universitas ciputra entrepreneur centre) tentang arus kas dalam bisnis. Dalam sebuah bisnis sangatlah dianjurkan untuk pengelolan arus kas, baik dengan cara yang sesederhana mungkin yang bisa kita lakukan. Gunanya adalah untuk membedakan antara uang pribadi dan uang usaha. Dalam logat gayanya yang khas pak Win bilang antara uang bisnis dengan uang beli bedak itu jelas tidak sama. Biasannya kita khususnya para wanita, sebelum mempelajari tentang pengelolaan arus kas, dicampur adukkan antara uang hasil usaha dan juga uang pribadi kita. Yang pada akhirnya akan menimbulkan pertannyaan saya dari jualan kemarin yang pastinnya mendapat keuntungan tapi untungnya kemana ya.....!! sebuah pertannyaan kita sendiri yang bisa menjawabnya.
Nah...itulah pentingnnya mengatur dan mengelola arus kas dengan baik. Supaya antara uang beli bedak dan usaha tidak campur lagi dan salah kaprah nantinnya. Jika arus kas bisa kita kelola dengan baik, kitapun juga bisa nantinnya untuk melakukan strategi bisnis dengan modal yang minim atau bahkan bisa dengan modal dengkul . Carannya adalah dengan, mengetahui terlebih dahulu pelanggan maunnya apa, terus membuat perincian secara detail, hitung seluruh biayannya, bandingkan dengan modal yang ada dulu dan kemudian kita mencari solusinya.
Dalam membangun sebuah usaha, merupakan hal yang penting untuk mengatur arus keuangan. Usaha yang paling kecilpun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distibusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Dalam belajar tentang cara memanejemen arus kas ini kita belajar tentang pengetahuan dasar dan asapek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh para calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
Untuk mempermudah pemahaman kita tentang keuntungan usaha bisa kita tulis dengan sebuah rumus :
2) Barang pengganti
2) Kebutuhan
Nah...itulah pentingnnya mengatur dan mengelola arus kas dengan baik. Supaya antara uang beli bedak dan usaha tidak campur lagi dan salah kaprah nantinnya. Jika arus kas bisa kita kelola dengan baik, kitapun juga bisa nantinnya untuk melakukan strategi bisnis dengan modal yang minim atau bahkan bisa dengan modal dengkul . Carannya adalah dengan, mengetahui terlebih dahulu pelanggan maunnya apa, terus membuat perincian secara detail, hitung seluruh biayannya, bandingkan dengan modal yang ada dulu dan kemudian kita mencari solusinya.
Dalam membangun sebuah usaha, merupakan hal yang penting untuk mengatur arus keuangan. Usaha yang paling kecilpun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distibusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Dalam belajar tentang cara memanejemen arus kas ini kita belajar tentang pengetahuan dasar dan asapek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh para calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
Untuk mempermudah pemahaman kita tentang keuntungan usaha bisa kita tulis dengan sebuah rumus :
UNTUNG = PENDAPATAN atau HARGA - TOTAL BIAYA
HARGA = BIAYA + UNTUNG (+/-) FAKTOR X
Total biaya ini bisa meliputi : Biaya Tetap & Biaya Variable. Yang dimaksut dengan biaya tetap adalah biaya wajib kita keluarkkan baik memproduksi batrang maupun tidak. Sedangkan biaya variable adalah biaya yang kalau produksi saja perlu kita keluarkan. Faktor X (bisa + / bisa -) dipengaruhi oleh beberapa hal berikut misalnya :
- PERSAINGAN : 1) Barang sama
2) Barang pengganti
- PELANGGAN : 1) Kemampuan beli
2) Kebutuhan
- PENGADAAN BARANG : 1) Resiko
2) Silit / Mudah
Dan untuk menentukan Harga jual kita bisa menggunakan rumus ;
HARGA = BIAYA+UNTUNG +/-FAKTOR X
Untuk hari ini sekian dulu tulisan tentang refleksi mengenai cashflow lain kali disambung lagi. Kritik serta saran dan juga masukan untuk perbaikan tulisan ini sangat ditunggu, Sekian dan terimakasih, salam keseksesan untuk semua yang sudah membacannya.
Kamis, 25 April 2013
JR # 5 ( VIRUS GALAU& SEMANGAT 5 R)
Tekanan emosional ternnyata berefek pada cara kerja dan cara mengatur waktu ya....!! Pada saat adannya perubahan tatanan aturan kerja juga bisa mengakibatkan ketelantaran jatwal yang sudah kita susun sebelumnnya. Ini terjadi pada saya pribadi, ketika kontrak kerja akan habis dan itu bertepatan menjelang minggu ke-5 pada PER (Pengantar Entrepreneur Ritel) yang saya ikuti. Sebenarnya saya sangat penikmati dan menyukai pada pelajaran yang saya ikuti ini, karena beberapa alasan dan beberapa faktor membuat saya kadang merasa GALAU apalagi bertepatan dengan deadline tugas. Rasa tidak tenang mulai muncul, karena sedang terjadi perang dalam pikiran. Antara pekerjaan rutin dengan majikan yang biasa kami sebut dengan (tugas negara) dan antara tugas belajar. Kami biasa menggunakan waktu untuk mengerjaan tugas dan membaca semua materi ketika ada waktu luang. Biasannya kami gunakan waktu luang setelah makan siang dan malam hari ketika semua pekerjaan sudah selesai.
Sebenarnnya bukan suatu masalah besar sich...kapan waktu luang kami untuk belajar. Namun karena masa kontrak kerja mau habis jadi pikirannya terpecah antara belajar, cari majikan yang baru dan cara beradaptasi nantinnya dengan majikan yang baru. Semua pikiran jadi satu ditambah lagi perasaan mau meninggalkan rumah majikan yang sudah 2 tahun kita ikuti dan kita ikut tinggal bersama. Rasa kehilangan pasti ada tentunnya. Seakan semua perasaan berkecamuk berbaur menjadi satu. Dan biasa disebut GALAU oleh anak-anak zaman sekarang.
Namun saya tidak boleh larut dalam kegalauan yang berkepanjangan. Saya harus bangkit dengan semangat yang lebih untuk hari-hari yang akan datang. Memang ya....untuk bilang dan mengatakan semangat, cayauuu....itu mudah, namun dalam menjalaninya harus bener-bener butuh usaha yang keras. Beruntung saya tidak berlarut dalam kondisi galau yang terus-menerus. Sedikit mendapat pencerahan dan timbul semangat ketika membaca dan mempelajari tentang 5 R. Yang mana dalam meteri juga disebutkan sedikit-sedikit bahasa jepangnya, hehehehe....lumayan bisa belajar bahasa jepang juga dalam hati. Dalam membaca materi tentang 5 R juga disebut mengenai manajemen operasional dan budaya. Apa sich, yang dimaksut dengan manajemen operasional? Manajemen operasional bertanggung jawab untuk memproduksi barang dan jasa dalam organisasi. Dan Manajemen operasional adalah study tentang pengambilan keputusandalam fungsi operasi.Pasti banyak ya...diantara kita yang bertannya-tannya apa itu 5 R. 5 R merupakan salah satu metode perubahan dan perbaikan yang dilakukan banyak perusahaan. 5 R atau 5 S adalah bagaimana cara untuk meningkatkan produktifitas dengan melakukan kegiatan menata tempat kerja. Karena tempat kerja yang nyaman, dan teratur dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas yag tinggi diperusahaan.
Jepang selama ini kita kenal sebagai salah satu negara didunia yang memiliki etos kerja yang hebat. 5 S berasal dari 5 kata dalam bahasa jepang yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Dan 5 S diterjemahkan sebagai 5 R yaitu, Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Mengapa 5 R itu sangat diperlukan? Jawabannya adalah :
1) Untuk menghilangan WASTE ( sesuatu yang sia-sia, boros, dan tidak berguna) yang tidak terkendali.
2) Untuk mengontrol penempatan dan letak persediaan peralatan dan bahan.
3) Menerapkan sistim kontrol untuk lebih baik.
Demikian tulisan refleksi hari ini,untuk meraih kesuksesan harus melalui proses. Biarpun pelan namun pasti dan terarah. Semangat..........salam terindah untuk yang sudah baca ya...^_^
Senin, 22 April 2013
JR # 4 (Energi Boodstrapping )
Setelah beberapa minggu mengikuti pelajaran PER gelombang ke-2, dan sekarang sudah memasuki minggu ke 4. Sungguh suatu hal yang sangat menyenangkan bagi saya, bisa belajar tentang Bootstrapping. Secara garis besar Bootstrapping adalah suatu cara mengumpulkan modal untuk memulai usaha, dan bisannya dari kantong sendiri, saudara maupun teman. Bootstrapping telah membuka mata saya tentang bagaimana cara mensiasati modal dalam menjalankan usaha. Kita diajarkan sedemikain rupa untuk menekan jumlah modal yang akan kita keluarkan nantinya.
Dalam memulai usaha yang baru dengan melakukan Boodstrapping ada beberapa keuntungan antara lain :
1) Tidak adanya beban bunga yang harus ditanggung
2) Bisa mengurangi campur tangan dari pihak lain atau orang lain
3) Jangka pengembalian modal yang fleksibel
Namun Boodstrapping disamping ada kelebihanya juga terdapat beberapa kekurangannya antara lain :
1) Untuk mengumpulkan modal dari beberapa orang membutuhkan waktu, dan bisa mengganggu konsentrasi ke usaha yang sedang dijalankan.
2) Dalam jangka panjang hutang kepada teman dan saudara bisa menimbulkan perasaan hutang budi, walau hutang sudah dilunasi.
Dalam mempelajari tentang boodstrapping seakan saya mendapat pencerahan atau mendapat suatu energi baru tentang bagaimana cara mendapatkan modal dalam suatu usaha. Modal memanglah bukan hal yang utama tapi sangatlah penting dalam menjalankan usaha. Sebelum kita menentukan modal usaha ada baiknnya kalau kita terlebih dahulu menentukan berapa besar modal yang akan kita butuhkan nantinnya dalam menjalankan suatu usaha. Diteruskan dengan membuat anggaran biaya dari bisnis atau usaha yang akan kita jalankan, kemudian baru kita bisa menyiapkan modalnya. Kita juga perlu susun mulai dari peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan, besarnnya dana yang diperlukan, serta modal kemampuan yang harus atau perlu dikembangkan lagi untuk menunjang kemajuan usaha nantinnya.
Sebelum menentukan suatu usaha, biasanya kita bisa mempunnyai berbagai macam ide bahkan bisa muncul lebih dari satu macam ide. Dan biasannya ide muncul begitu saja, dan dimana saja, kapan saja. namun setelah ide membuat usaha itu muncul biasanya kita langsung menuju kepokok masalah yang bagi sebagian orang merupakan suatu kendala besar dan lantas kita membiarkan begitu saja ide yang begitu bagus untuk melakukan sebuah usaha. Masalah dan kendala yang dihadapi biasannya tentang permodalan apalagi untuk yang belum berpengalaman menjalankan usaha atau bisa disebut sebagai pemula. Salah satu cara yang bisa kita coba adalah dengan boodstrap atau biasa disebut dengan boodstrapping. Memang sich....untuk mendapatkan modal dalam usaha bisa dengan bermacam-macam cara. Bagi pemula seperti saya contohnnya akan lebih baik kalau kita menggunakan cara boodstrapping.
Demikian tulisan saya yang singkat tentang boodstrapping, semoga bermanfaat bagi kita yang sedang mulai mencoba dalam menjalankan suatu usaha. Walaupun masih dalam skala kecil, namun kalau kita lakukan dengan penuh kesungguhan, keseriusan, dan dilakukan dengan terus menerus bukan suatu hal yang tidak mungkin kalau usaha kita nantinnya akan menjadi sebuah usaha yang besar. semangat dalam mencoba usaha....salam sukses untuk kita semua.
Rabu, 13 Maret 2013
JR # 8 ( CURAHAN ISI HATI )
Setelah beberapa minggu keteteran dan belum menuliskan jurnal refleksi sempat merasa down, lemas dan sempat merasa sangat tidak tenang bagai mempunyai beban tanggungan hutang yang menumpuk. Belum lagi keadaan dan kondisi harus pindah tempat kerja. Di tempat yang baru saya harus benar-benar tetap menamankan semangat untuk belajar. Yang biasanya saya bisa dengan bebas membaca semua materi yang diberikan oleh bapak dan juga ibu dosen sekarang harus menunggu waktu istirahat baru bisa membaca materi dan mengerjakan tugas yang diberikan. Penuh perjuangan memang, namun saya tetap semangat dalam menjalaninya, karena saya yakin dalan setiap kesulitan pasti ada kemudahan suatu saat nanti. Bagi sebagian orang waktu istirahat dipergunakan untuk mengistirahat badan, bagi sebagian lagi dipergunakan waktunya untuk belajar walaupun harus dengan cara mencuri-curi waktu. Hanya ada satu keinginan dan tekat yang ada hanya ingin menjadi lebih baik dari yang sebelumnya dan bisa sebagai penyelamat untuk keluarga dari ketiktahuan.
Sebagai penyemangat dalam kesendirian, teringat kata orang tua untuk menjadi orang yang sukses itu perlu pengorbanan. Ternyata dalam belajar itu diperlukan sebuah komitmen yang sangat tingggi. Tanpa ada komitmen yang kuat maka dalam belajar pasti kita akan banyak ketinggalan pelajaran terus. Terbukti, seperti kejadian yang saya alami. Karena tuntutan pekerjaan dan juga situasi lingkungan kerja yang tidak mendukung seringkali kita kadang tidak memperhatikan jatwal kapan pengiriman tugas akan jatuh tempo. Jangankan mengingat tugas, kadang untuk mengingat nama hari saja tidak mengetahui. Entah...karena faktor kesibukan rutinitas kerja ataukah rasa capek. Nanun, sekarang saatnya menunjukkan bahwa saya pasti bisaaa. Makin menambah semangat untuk belajar ketika melihat dan membaca impian saya yang tertempel didinding kamar. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan berganti dengan dini hari.
Dalam menyikapi untuk tugas penulisan jurnal minggu ke 8 saya tidak mau berlarut dalam kesedihan. Sekarang saatnya untuk mengoreksi diri , mungkin diminggu-minggu sebelumnya telah banyak saya menyia-yiakan waktu dan masih terdapat kesalahan pada diri saya dalam mengelola waktu diantaranya adalah :
1. Gagal mengikuti daftar yang harus dikerjakan
2. Tidak menetapkan tujuan pribadi
3. Tidak menentukan prioritas
4. Gagal mengelola godaan
5. Selalu menunda
6. Menerima terlalu banyak tugas
7. Senang dengan kesibukan
8. Mengerjakan banyak hal sekaligus
9. Tidak mengambil waktu istirahat
10. Tidak efektif dalam mengatur jadwal
Inilah kelirumonologi dalam mengelola waktu yang telah disampaikan oleh Bpk Agung Budi W. Dari ke sepuluh tulisan diatas memang sangatlah benar, dengan perjuangan dan kerja keras untuk minggu-minggu berikutnya berjanji dalam hati tidak akan menunda-nundanya lagi supaya tidak terjadi bentrokan antara tugas dalam belajar dan juga tugas untuk bekerja. Agar bisa seimbang dan bisa jalan kedua-duanya.
Keistimewaan diantara minggu ke 8 yang kebetulan juga merupakan hari terakhir penutupan kelas mandiri sahabatku yang diselenggarakan oleh bank Mandiri dan juga UCEC adalah kesempatan bertemu dan berjabat tanggan dengan Bpk Dahlan Iskhan. Beliau adalah seorang entrepreneur dan juga seorang menteri BUMN yang bertandang ke Hongkong. Tepatnya pada tanggal 3 Maret 2013, sebuah perjumpaan yang tidak disangka dan merupakan suatu kejutan yang sangat luar biasa, seorang menteri yang mempunyai jiwa kepedulian yang tinggi. Sedikit kisah dari beliau yang sangat menginspirasi adalah beliau dahulu juga seorang anak desa biasa yang merantau ke Kalimantan, tentu dengan perjuangan yang keras beliau bisa sampai seperti sekarang. Kalau beliau saja bisa, saya juga harus bisa... biarpun tidak menjadi menteri saya harus bisa untuk menjadi seorang entrepreneur yang memiliki Ekonomi sejahtera, yang bisa berEkpresi diri, dan juga berEmpati terhadap sesama.
Berharap semoga diminggu-minggu berikutnya bisa menuliskan jurnal refleksi yang lebih baik lagi. Semangat untuk menuju perubahan yang lebih baik....salam...
Sebagai penyemangat dalam kesendirian, teringat kata orang tua untuk menjadi orang yang sukses itu perlu pengorbanan. Ternyata dalam belajar itu diperlukan sebuah komitmen yang sangat tingggi. Tanpa ada komitmen yang kuat maka dalam belajar pasti kita akan banyak ketinggalan pelajaran terus. Terbukti, seperti kejadian yang saya alami. Karena tuntutan pekerjaan dan juga situasi lingkungan kerja yang tidak mendukung seringkali kita kadang tidak memperhatikan jatwal kapan pengiriman tugas akan jatuh tempo. Jangankan mengingat tugas, kadang untuk mengingat nama hari saja tidak mengetahui. Entah...karena faktor kesibukan rutinitas kerja ataukah rasa capek. Nanun, sekarang saatnya menunjukkan bahwa saya pasti bisaaa. Makin menambah semangat untuk belajar ketika melihat dan membaca impian saya yang tertempel didinding kamar. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan berganti dengan dini hari.
Dalam menyikapi untuk tugas penulisan jurnal minggu ke 8 saya tidak mau berlarut dalam kesedihan. Sekarang saatnya untuk mengoreksi diri , mungkin diminggu-minggu sebelumnya telah banyak saya menyia-yiakan waktu dan masih terdapat kesalahan pada diri saya dalam mengelola waktu diantaranya adalah :
1. Gagal mengikuti daftar yang harus dikerjakan
2. Tidak menetapkan tujuan pribadi
3. Tidak menentukan prioritas
4. Gagal mengelola godaan
5. Selalu menunda
6. Menerima terlalu banyak tugas
7. Senang dengan kesibukan
8. Mengerjakan banyak hal sekaligus
9. Tidak mengambil waktu istirahat
10. Tidak efektif dalam mengatur jadwal
Inilah kelirumonologi dalam mengelola waktu yang telah disampaikan oleh Bpk Agung Budi W. Dari ke sepuluh tulisan diatas memang sangatlah benar, dengan perjuangan dan kerja keras untuk minggu-minggu berikutnya berjanji dalam hati tidak akan menunda-nundanya lagi supaya tidak terjadi bentrokan antara tugas dalam belajar dan juga tugas untuk bekerja. Agar bisa seimbang dan bisa jalan kedua-duanya.
Keistimewaan diantara minggu ke 8 yang kebetulan juga merupakan hari terakhir penutupan kelas mandiri sahabatku yang diselenggarakan oleh bank Mandiri dan juga UCEC adalah kesempatan bertemu dan berjabat tanggan dengan Bpk Dahlan Iskhan. Beliau adalah seorang entrepreneur dan juga seorang menteri BUMN yang bertandang ke Hongkong. Tepatnya pada tanggal 3 Maret 2013, sebuah perjumpaan yang tidak disangka dan merupakan suatu kejutan yang sangat luar biasa, seorang menteri yang mempunyai jiwa kepedulian yang tinggi. Sedikit kisah dari beliau yang sangat menginspirasi adalah beliau dahulu juga seorang anak desa biasa yang merantau ke Kalimantan, tentu dengan perjuangan yang keras beliau bisa sampai seperti sekarang. Kalau beliau saja bisa, saya juga harus bisa... biarpun tidak menjadi menteri saya harus bisa untuk menjadi seorang entrepreneur yang memiliki Ekonomi sejahtera, yang bisa berEkpresi diri, dan juga berEmpati terhadap sesama.Berharap semoga diminggu-minggu berikutnya bisa menuliskan jurnal refleksi yang lebih baik lagi. Semangat untuk menuju perubahan yang lebih baik....salam...
Jumat, 22 Februari 2013
JR # 3 ( TENTANG ANALISA SWOT )
Setelah kita belajar mengenai Efektusi dan merupakan kelanjutan dari dari tulisan yang sebelumnya, sekarang saya akan mencoba untuk berbagi tentang analisa SWOT. Apakah yang dimaksut dengan SWOT itu sendiri...? Pengertian analisa SWOT adalah merupakan metode analisis perencanaan strategi (strategic plannining) guna mengetahui peta faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal suatu perusahaan atau unit bisnis sehingga menghasilkan kesimpulan yang berguna untuk memberi masukan terhadap pengambilan keputusan strategi dan memberi masukan prioritas strategi terhadap apa yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu oleh pengambil keputusan. Adapun tujuan dari analisa SWOT adalah untuk memanfaatkan keuntungan dari kekuatan yang dimiliki dan kesempatan yanga ada, meminimalisasi kelemahan dan mengeleminasi ancaman. SWOT yang terdiri dari empat huruf S-W-O-T apa sich...yang dimaksut dengan S, merupakan sebuah singkatan dari STRENGTHS (kekuatan). Dan diteruskan W yaitu Weaknesses (kelemahan), lalu kemudian Opportunities (peluang), lalu kemudian T merupakan singkatan dari Threats (ancaman).
Analisa SWOT sangatlah berguna untuk mengenali situasi, lingkungan dan kondisi saat ini untuk keperluan pengambilan keputusan-keputusan menentukan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan terhadap kelangsungan hidup aktivitas bisnisnya. Analisa SWOT juga dapat memberikan alur pikir (framework) yang baik untuk keperluan peninjauan strategi posisi dan arah perusahaan pengambilan posisi bisnis.
Pengamatan dan analisis ini terbagi 2 bagian yaitu bagian eksternal dan bagian internal. Adapun tujuan dari pengamatan lingkungan adalah untuk melihat peluang baru. Dan unit bisnis yang paling barhasil adalah unit binis yang dapat menciptakan nilai pelanggan lebih tinggi dan mempertahankannya dalam janka panjang. Analisis lingkungan internal ini terdiri dari kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses). Sedangkan untuk analisis lingkungan eksternal terdiri dari tantangan atau peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats).
Merupakan contoh dari analisis SWOT, analisis SWOT dapat diaplikasikan dengan cara menganalisis dan memilah-milah berbagai macam hal yang mempengaruhi ke-4 faktor tadi, lalu mengaplikasikannya dalam gambar matrik SWOT. Dimana penerapannya adalah bagaimana kekuatan (Strengthts) memiliki kemampuan untuk mengambil keuntungan dari peluang (Opportunities) yang ada. Lalu bagaimana cara mengatasi kelemahan (Weaknesses) yang mencegah keuntungan dari peluang yang ada kemudian bagaimana kekuatan (Strengths) dapat menghadapi ancaman (Threats) yang ada dan yang terakhir adalah bagaimana mengatasi kelemahan (Weaknesses) yang memiliki kemampuan untuk menciptakan suatu ancaman menjadi sesuatu hal yang nyata atau menciptakan suatu ancaman baru.
Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an - 1970-an. Dengan menggunakan data dari perusahaan Fortune 500.
Analisa SWOT sangatlah berguna untuk mengenali situasi, lingkungan dan kondisi saat ini untuk keperluan pengambilan keputusan-keputusan menentukan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan terhadap kelangsungan hidup aktivitas bisnisnya. Analisa SWOT juga dapat memberikan alur pikir (framework) yang baik untuk keperluan peninjauan strategi posisi dan arah perusahaan pengambilan posisi bisnis.
Pengamatan dan analisis ini terbagi 2 bagian yaitu bagian eksternal dan bagian internal. Adapun tujuan dari pengamatan lingkungan adalah untuk melihat peluang baru. Dan unit bisnis yang paling barhasil adalah unit binis yang dapat menciptakan nilai pelanggan lebih tinggi dan mempertahankannya dalam janka panjang. Analisis lingkungan internal ini terdiri dari kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses). Sedangkan untuk analisis lingkungan eksternal terdiri dari tantangan atau peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats).
Merupakan contoh dari analisis SWOT, analisis SWOT dapat diaplikasikan dengan cara menganalisis dan memilah-milah berbagai macam hal yang mempengaruhi ke-4 faktor tadi, lalu mengaplikasikannya dalam gambar matrik SWOT. Dimana penerapannya adalah bagaimana kekuatan (Strengthts) memiliki kemampuan untuk mengambil keuntungan dari peluang (Opportunities) yang ada. Lalu bagaimana cara mengatasi kelemahan (Weaknesses) yang mencegah keuntungan dari peluang yang ada kemudian bagaimana kekuatan (Strengths) dapat menghadapi ancaman (Threats) yang ada dan yang terakhir adalah bagaimana mengatasi kelemahan (Weaknesses) yang memiliki kemampuan untuk menciptakan suatu ancaman menjadi sesuatu hal yang nyata atau menciptakan suatu ancaman baru.
Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an - 1970-an. Dengan menggunakan data dari perusahaan Fortune 500.
JR # 2 (CERITA TENTANG EFEKTUASI )
Untuk minggu ke-2 dari pembelajaran jarak jauh (UCDE) kami mendapat materi tentang efektuasi (effectuation). Dalam menuliskan tentang pelajaran minggu ke-2 ini, sebenarnya saya agak sedikit bingung mau menulis mulai dari mana. Kebanyakan dari kita mungkin selalu bertannya pada diri masing-masing apa sich sebenarnya yang saya mau atau saya inginkan, usaha apa ya... yang cocok untuk saya jalankan, keistimewaan apa ya...yang saya miliki. Pertanyaan-pertannyaan tersebut yang sering kita pertanyakan pada diri kita. Yang pastinya kadang malah kita tidak bisa menjawab pertanyaan yang kita ajukan sendiri. Nah...kalau kita sendiri saja tidak bisa menjawab apalagi orang lain? Akhirnya, setelah membaca beberapa kali materi untuk minggu ke-2 saya bisa menemukan jawaban yang saya ajukan selama ini terhadap diri saya sendiri. Rasanya bagaikan mendapat siraman air hujan ketika pada waktu musim kemarau.
Untuk mengetahui apa saja yang kita sukai ini sebenarnya tidak begitu sulit. Salah satu caranya adalah dengan bertanya pada diri sendiri apa saja hal yang kalau kita lakukan kita bisa melakukannya dengan penuh semangat, tidak mengeluh, dan merasa tidak mudah bosan, meskipun kita tidak mendapat bayaran melakukan pekerjaan tersebut. jika sudah menemukannya maka itulah yang dinamakan keinginan atau kemauan kita. Selain hal tersebut ada hal yang tidak kalah pentingnya adalah kita bisa mengetahui apa saja yang dapat kita lakukan atau bakat apa saja yang kita miliki. Adapun cara sederhana untuk mengetahui bakat ini adalah dengan cara sesuatu atau hal apa saja yang jikalau kita lakukan dan kita pelajari maka akan dengan cepat sekali kita bisa dan pahami.
Untuk mengetahui apa saja yang kita sukai ini sebenarnya tidak begitu sulit. Salah satu caranya adalah dengan bertanya pada diri sendiri apa saja hal yang kalau kita lakukan kita bisa melakukannya dengan penuh semangat, tidak mengeluh, dan merasa tidak mudah bosan, meskipun kita tidak mendapat bayaran melakukan pekerjaan tersebut. jika sudah menemukannya maka itulah yang dinamakan keinginan atau kemauan kita. Selain hal tersebut ada hal yang tidak kalah pentingnya adalah kita bisa mengetahui apa saja yang dapat kita lakukan atau bakat apa saja yang kita miliki. Adapun cara sederhana untuk mengetahui bakat ini adalah dengan cara sesuatu atau hal apa saja yang jikalau kita lakukan dan kita pelajari maka akan dengan cepat sekali kita bisa dan pahami.
Untuk mengetahui lebih lanjut lagi pada pelajaran minggu ke-2 ini mempelajari tentang efektuasi, yang menurut saya sangat cocok sekali kita terapkan dalam membangun suatu bisnis usaha yang akan kita bentuk nantinya. Yang mana menurut Profesor Saras Sarasvathy (dari Darden, University of Virginia) yang dimaksut dengan proses efektuasi adalah menggunakan apa yang mereka miliki, siapa mereka, apa yang mereka tau,dan siapa yang mereka tau, lalu memilihya mana diantara hasil yang memungkinkan terjadi. Dengan kata lain, dengan modal yang kita punya kita bisa menentukan tujuan hidup kita. Yang dimaksut dengan modal disini bukan melulu tentang uang ya...modal yang saya maksut adalah kemampuan yang ada dalam diri kita sendiri. Sebagai salah satu contoh, karena saya suka memasak maka saya akan mencontohkan memasak dengan menggunakan prinsip efektuasi.
Misal, sebuah contoh yang tidak menggunakan efektuasi dan contoh yang menggunakan efektuasi. Coba sekarang bayangkan, ada seorang juru masak yang ditugaskan untuk menyiapkan makan malam. Ada dua cara yang bisa dilakukan oleh juru masak tadi. pertama, pemilik atau tuan rumah memilih menu terlebih dahulu. sedangkan yang harus dilakukan oleh juru masak adalah mendaftar menu-menu masakan yang diinginkan oleh tuan rumah kemudian berusaha untuk mendapatkan bahan bahan yang akan dibutuhkan da kemudian baru memulai untuk memasaknya. Cara yang kedua, pemilik rumah atau tuan rumah meminta seorang juru masak untuk melihat bahan-bahan dan bumbu apa saja yang tersedia didapur kemudian memulai untuk menyiapkan masakanya. Di sini seorang juru masak harus bisa membayangkan menu apa saja yang mungkin akan dihasilkan berdasarkan bahan-bahan dan bumbu yang sudah tersedia, harus bisa memilih menu dan menyiapkannya untuk makan malam. Nah.....inilah yang dimaksut dengan efektuasi, dimulai dari bahan dan bumbu-bumbu yang ada dan tersedia. Dan fokus untuk menyiapkan menu yang mungkin akan dihasilkan.
Ada beberapa kutipan langsung dari pernyataan Sarasvathy yang dengan jelas menjelaskan ada 5 hal prinsip efektuasi ( effectual principle ) yang merupakan sebuah prinsip dasar untuk pengusaha yaitu :
1) Bird In Hand Principle (prinsip burung ditangan)
Merupakan sebuah prinsip yang untuk memulai usahanya dengan harta atau alat yang anda miliki. Jangan menunggu peluang yang sempurna, segera lakukan tindakan-tindakan berdasarkan apa yang bisa kita andalkan, mulai dari siapa diri kita, apa saja yang kita ketahui dan siapa-siapa yang kita kenal. Seperti peribahasa yang berbunyi, " seekor burung yang ada ditangan lebih beharga daripada dua burung yang ada disemak-semak."
2) Affordable Loss Principle ( Prinsip risiko yang dapat ditanggung )
Prinsip ini menetapkan komitmen diawal terhadap kesediaan seseorangg untuk menanggung kerugian daripada berinvestasi dengan mengalkulasi imbal hasil yang diharapkan dari suatu proyek. Kalkulasi ini mengenai kesediaan seseorang untuk menanggung kerugian tidak bergantung pada dugaan yang tepat dalam sebuah lingkungan dengan ketidak pastian yang sangat tinggi, tetapi bergantung pada kondisi keuangan serta psikologis pengusaha untuk menanggung sejumlah kerugian. Seorang entrepreneur saat mulai berinvestasi lebih cenderung berfikir dengan menggunakan pendekatan kerugian yang dapat ditanggung.
3) Lemonade Principle ( Prinsip limun )
Pinsip ini menyarankan agar mengakui dan menyelaraskan untuk mengendalikan kejutan-kejutan daripada menghindarinya, dengan mengatasi atau beradaptasi dengan kejutan tersebut. Daripada berhadapan dengan peristiwa yang tidak diharapkan, agar berfikir secara efektif, pengusaha akan memperlakukan peristiwa yang tidak diharapkan ini sebagai peluang untuk " berlari bersama" dengan situasi darurat. Yang bertujuan mengubah hal yang tidak diharapkan menjadi bernilai dan menguntungkan. Seorang entrepreneur bisa mengubah halangan menjadi sebuah peluang dan hal yang tak terdugamelalui inovasi.
4) Crazy- Quilt Principle
Sebuah cara berinteraksi dengan orang yang saya kenal dan membuat komitmen. Merupakan sebuah bentuk partnerships dengan orang lain dan organisasi akan membuat komitmen nyata untuk bersama-sama menciptakan masa depan, produk, bisnis, dan juga pasar dengan kita. Seorang entrepreneur yang ahli dalam membangun partnership dengan memilih sendiri para stakeholder. Apa yang dimaksut dengan Stakeholder pada awal saya menulis ini saya kurang begitu paham, karena saya belum pernah mendengar sebelumnya, setelah mencari tahu melalui internet baru saya bisa mengetahui dan memahaminya. Yang dimaksut dengan stakeholder adalah (orang-orang yang berkepentingan dalam perkara tertentu atau pertemuan para pengambil kebijakan dan pelaksana program). Cari dan dapatkan komitmen dari pihak lain adalah kunci dari sebuah efektuasi.
5) Pilot In The Plane Principle (prinsip pilot dalam pesawat)
Kebanyakan pesawat jatuh disebabkan karena, bisa dicegah dengan tidakan manusia ketimbang masalah teknis atau faktor cuaca. Anda adalah pilot yang mengendalikan karier anda sendiri. Anda dapat bertindak atas situasi yang nampaknya berisiko, untuk mengurangi resiko tersebut lingkungan manusia tidaklah statis. masa depan belumlah pasti dan oleh karenanya, mustahil untuk memprediksi peluang kita untuk sukses dengan secara pasti. Dan hal ini membuat analisis yang dilakukan menjadi tidak dapat diandalkan. Dengan fokus pada aktifitas yang dapat dikendalikan, seorang entrepreneur yang sukses tahu bahwa tindakan mereka akan menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Sebuah pandangan efektual berakar pada keyakinan bahwa masa depan tidak ditemukan begitu saja atau bisa diprediksi, melainkan harus dibuat. Prinsip ini menyarankan untuk mengandalkan dan bekerja dengan orang yang merupakan pemandu utama peluang dan tidak membatasi upaya pengusaha untuk mengeksploitasi faktor-faktor yang berada diluar kendali individu, seperti perubahan teknologi dan tren sosio-ekonomi.
Demikian tulisan yang secara singkat tentang pengertian efektuasi dan beberapa ulasan tentang lima (5) prinsip dasar untuk pengusaha yang dikemukakan oleh Profesor Saras Sarasvathy (dari Darden, University of Virginia). Adapun ada kekurangan kecakapan dalam penulisan saya mohon maaf, dan adapun saran serta kritik untuk perbaikan saya ucapkan banyak terimakasih yang seluas-luasnya. Semoga kita bersama selalu dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa. Aamiinnn.....semoga bermanfaat ....salam santunn serta hormat....
Ada beberapa kutipan langsung dari pernyataan Sarasvathy yang dengan jelas menjelaskan ada 5 hal prinsip efektuasi ( effectual principle ) yang merupakan sebuah prinsip dasar untuk pengusaha yaitu :
1) Bird In Hand Principle (prinsip burung ditangan)
Merupakan sebuah prinsip yang untuk memulai usahanya dengan harta atau alat yang anda miliki. Jangan menunggu peluang yang sempurna, segera lakukan tindakan-tindakan berdasarkan apa yang bisa kita andalkan, mulai dari siapa diri kita, apa saja yang kita ketahui dan siapa-siapa yang kita kenal. Seperti peribahasa yang berbunyi, " seekor burung yang ada ditangan lebih beharga daripada dua burung yang ada disemak-semak."
2) Affordable Loss Principle ( Prinsip risiko yang dapat ditanggung )
Prinsip ini menetapkan komitmen diawal terhadap kesediaan seseorangg untuk menanggung kerugian daripada berinvestasi dengan mengalkulasi imbal hasil yang diharapkan dari suatu proyek. Kalkulasi ini mengenai kesediaan seseorang untuk menanggung kerugian tidak bergantung pada dugaan yang tepat dalam sebuah lingkungan dengan ketidak pastian yang sangat tinggi, tetapi bergantung pada kondisi keuangan serta psikologis pengusaha untuk menanggung sejumlah kerugian. Seorang entrepreneur saat mulai berinvestasi lebih cenderung berfikir dengan menggunakan pendekatan kerugian yang dapat ditanggung.3) Lemonade Principle ( Prinsip limun )
Pinsip ini menyarankan agar mengakui dan menyelaraskan untuk mengendalikan kejutan-kejutan daripada menghindarinya, dengan mengatasi atau beradaptasi dengan kejutan tersebut. Daripada berhadapan dengan peristiwa yang tidak diharapkan, agar berfikir secara efektif, pengusaha akan memperlakukan peristiwa yang tidak diharapkan ini sebagai peluang untuk " berlari bersama" dengan situasi darurat. Yang bertujuan mengubah hal yang tidak diharapkan menjadi bernilai dan menguntungkan. Seorang entrepreneur bisa mengubah halangan menjadi sebuah peluang dan hal yang tak terdugamelalui inovasi.
4) Crazy- Quilt Principle
Sebuah cara berinteraksi dengan orang yang saya kenal dan membuat komitmen. Merupakan sebuah bentuk partnerships dengan orang lain dan organisasi akan membuat komitmen nyata untuk bersama-sama menciptakan masa depan, produk, bisnis, dan juga pasar dengan kita. Seorang entrepreneur yang ahli dalam membangun partnership dengan memilih sendiri para stakeholder. Apa yang dimaksut dengan Stakeholder pada awal saya menulis ini saya kurang begitu paham, karena saya belum pernah mendengar sebelumnya, setelah mencari tahu melalui internet baru saya bisa mengetahui dan memahaminya. Yang dimaksut dengan stakeholder adalah (orang-orang yang berkepentingan dalam perkara tertentu atau pertemuan para pengambil kebijakan dan pelaksana program). Cari dan dapatkan komitmen dari pihak lain adalah kunci dari sebuah efektuasi.
5) Pilot In The Plane Principle (prinsip pilot dalam pesawat)
Kebanyakan pesawat jatuh disebabkan karena, bisa dicegah dengan tidakan manusia ketimbang masalah teknis atau faktor cuaca. Anda adalah pilot yang mengendalikan karier anda sendiri. Anda dapat bertindak atas situasi yang nampaknya berisiko, untuk mengurangi resiko tersebut lingkungan manusia tidaklah statis. masa depan belumlah pasti dan oleh karenanya, mustahil untuk memprediksi peluang kita untuk sukses dengan secara pasti. Dan hal ini membuat analisis yang dilakukan menjadi tidak dapat diandalkan. Dengan fokus pada aktifitas yang dapat dikendalikan, seorang entrepreneur yang sukses tahu bahwa tindakan mereka akan menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Sebuah pandangan efektual berakar pada keyakinan bahwa masa depan tidak ditemukan begitu saja atau bisa diprediksi, melainkan harus dibuat. Prinsip ini menyarankan untuk mengandalkan dan bekerja dengan orang yang merupakan pemandu utama peluang dan tidak membatasi upaya pengusaha untuk mengeksploitasi faktor-faktor yang berada diluar kendali individu, seperti perubahan teknologi dan tren sosio-ekonomi.
Demikian tulisan yang secara singkat tentang pengertian efektuasi dan beberapa ulasan tentang lima (5) prinsip dasar untuk pengusaha yang dikemukakan oleh Profesor Saras Sarasvathy (dari Darden, University of Virginia). Adapun ada kekurangan kecakapan dalam penulisan saya mohon maaf, dan adapun saran serta kritik untuk perbaikan saya ucapkan banyak terimakasih yang seluas-luasnya. Semoga kita bersama selalu dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa. Aamiinnn.....semoga bermanfaat ....salam santunn serta hormat....
Rabu, 23 Januari 2013
JR # 2 (MENGENALI PELUANG)
Sebagian orang mungkin akan menganggap sebuah peluang itu untuk dicari, namun ada sebagian orang lagi yang beranggapan bahwa peluang itu bisa untuk kita ciptakan. Namun untuk bisa menciptakan sebuah peluang seseorang harus melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui. Tanpa kita tahu dan sadari sebenarnya peluang ada di sekeliling kita. Mulai dari apa yang dapat kita lihat, kita rasa, kita dengar, kita suka. Semua bisa menjadi sebuah peluang kalau kita bisa peka terhadapnya.
Seorang entrepreneur bisa menemukan peluang ketika ia dengan kreatif bisa melihat celah karena adanya masalah atau kebutuhan, kenyamanan calon pelanggan yang tidak terpenuhi. Untuk mencapai suatu keinginan untuk meraih kesuksesan ada baiknya kalau kita mulai saat ini dan memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur yang bisa menciptkan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan orang lain. Kitapun juga harus berani untuk melakukan perubahan, perubahan yang dimaksut ingin merubah hidupnya untuk menjadi yang lebih baik lagi. Dan juga kita harus optimis untuk bisa memanfaatkan apa yang sudah kita miliki, yang bisa untuk kita miliki kemudian kita terus kembangkan.
Pemburu peluang mampu menciptakan ide bisnis atau peluang ketika ia sedang mengalami sebuah masalah, namun sebagian orang menganggap bahwa masalah adalah sebuah cobaan. Namun berbeda dengan seorang entrepreneur malah berfikir bahwa sebuah masalah akan memberikannya satu peluang baru untuk mengembangkan bisnisnya.
Seorang yang memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik pasti seorang yang suka berburu peluang, seorang yang kreatif dan berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan. Pemburu peluang biasanya dia sangat ingin berhasil, awas, waspada, dan memang sengaja untuk mencarinya. Dalam perjalanan perburuan yang dimaksut para pemburu peluang juga dituntut untuk selalu berinisiatif, kreatif, dan juga harus rela untuk kerja lebih ekstra. Inilah perbedaan para pemburu biasa dan para pemburu peluang entrepreneur.
Kreatifitas merupakan sebuah kecakapan yang bisa menjadi dasar dari banyaknya hal termasuk didalamnya adalah peluang bisnis. Seorang yang kreatif tentu seseorang yang mempunyai banyak ide, mempunyai idenya lebih baik, mempunyai ide yang berbeda, dan idenya bisa laku untuk dijual. Kreatifitas seseorang dapat dilihat dari kelancaran untuk menghasilkan banyaknya ide, keluwesan atau kelenturan berfikir diluar bidangnya, keunikan dan keaslian ide-idenya, bisa jijabarkan untuk memeperkaya sebuah ide bisnis. Misalnya saja, dahulu kala para ibu-ibu rumah tangga yang sedang mempunyai bayi merasa kerepotan dan harus bangun ditengah malam karena bayinya yang sedang menangis dan mengompol. Tetapi sekarang dengan adanya inovasi telah ditemukan pampers sehingga ibu dan bayi bisa tertidur dengan tenang di malam hari.
Namun pada kenyataanya seiring berjalannya waktu, kreatifitas sesesorang sering mengalami hambatan-hambatan. Diantaranya kita sering tanpa tidak sadar mengatakan kata-kata tapi, ngak pernah sebelumnya, kita selalu buatnya seperti ini ngak pernah yang lain, kalau medelnya kayak gitu hampir ngak bisa untuk dikerjakan, kalau gampangnya kayak gini pasti banyak orang lain yang sudah membuatnya. Dalam jiwa seorang entrepreneur maka harus kita tanamkan sifat kreatif dan inovatif.
Adapun beberapa teknik untuk memancing kreatifitas, antara lain dengan rumus yang sangat NGETREN yaitu dengan rumus TAKUTIRUKO (tambah, kurang, tiru, ubah, dan kombinasi). Adapun sesuatu yang bisa di TAKUTIRUKO bisa berupa produk, cara produksinya, promosi, penjualan, pengelolaan, pembiayaan, penentuan harga, bahkan cara pelayanan konsumen. Bisa juga kita tambah dengan rumus ATM (amati, tiru, dan modifikasi) untuk meningkatkan usaha kita agar bisa menjadi yang lebih baik.
Peluang merupakan sesuatu yang ditemukan oleh seorang entrepreneur untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan atau untuk meningkatkan nilai tambah. Adapun cara-cara untuk mengidentifikasi peluang antara lain dengan, memahami ciri-cirinya terlebih dahulu, lalu membedakan dengan yang lain, terus kita lanjutkan dengan berusaha untuk mendapatkannya.
Jangan pernah berhenti untuk mencari dan mengamati semua hal yang mungkin untuk dijadikan peluang bisnis. Karena yang namanya peluang bisnis tidak akan datang dengan sendirinya dan tidak secara tiba-tiba.
Tetap semangat....cayau....cayauuuu....semoga berhasil meraih mimpi-mimpinya, salam sukses untuk semuanya....
Seorang entrepreneur bisa menemukan peluang ketika ia dengan kreatif bisa melihat celah karena adanya masalah atau kebutuhan, kenyamanan calon pelanggan yang tidak terpenuhi. Untuk mencapai suatu keinginan untuk meraih kesuksesan ada baiknya kalau kita mulai saat ini dan memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur yang bisa menciptkan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan orang lain. Kitapun juga harus berani untuk melakukan perubahan, perubahan yang dimaksut ingin merubah hidupnya untuk menjadi yang lebih baik lagi. Dan juga kita harus optimis untuk bisa memanfaatkan apa yang sudah kita miliki, yang bisa untuk kita miliki kemudian kita terus kembangkan.
Pemburu peluang mampu menciptakan ide bisnis atau peluang ketika ia sedang mengalami sebuah masalah, namun sebagian orang menganggap bahwa masalah adalah sebuah cobaan. Namun berbeda dengan seorang entrepreneur malah berfikir bahwa sebuah masalah akan memberikannya satu peluang baru untuk mengembangkan bisnisnya.
Seorang yang memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik pasti seorang yang suka berburu peluang, seorang yang kreatif dan berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan. Pemburu peluang biasanya dia sangat ingin berhasil, awas, waspada, dan memang sengaja untuk mencarinya. Dalam perjalanan perburuan yang dimaksut para pemburu peluang juga dituntut untuk selalu berinisiatif, kreatif, dan juga harus rela untuk kerja lebih ekstra. Inilah perbedaan para pemburu biasa dan para pemburu peluang entrepreneur.
Kreatifitas merupakan sebuah kecakapan yang bisa menjadi dasar dari banyaknya hal termasuk didalamnya adalah peluang bisnis. Seorang yang kreatif tentu seseorang yang mempunyai banyak ide, mempunyai idenya lebih baik, mempunyai ide yang berbeda, dan idenya bisa laku untuk dijual. Kreatifitas seseorang dapat dilihat dari kelancaran untuk menghasilkan banyaknya ide, keluwesan atau kelenturan berfikir diluar bidangnya, keunikan dan keaslian ide-idenya, bisa jijabarkan untuk memeperkaya sebuah ide bisnis. Misalnya saja, dahulu kala para ibu-ibu rumah tangga yang sedang mempunyai bayi merasa kerepotan dan harus bangun ditengah malam karena bayinya yang sedang menangis dan mengompol. Tetapi sekarang dengan adanya inovasi telah ditemukan pampers sehingga ibu dan bayi bisa tertidur dengan tenang di malam hari.
Namun pada kenyataanya seiring berjalannya waktu, kreatifitas sesesorang sering mengalami hambatan-hambatan. Diantaranya kita sering tanpa tidak sadar mengatakan kata-kata tapi, ngak pernah sebelumnya, kita selalu buatnya seperti ini ngak pernah yang lain, kalau medelnya kayak gitu hampir ngak bisa untuk dikerjakan, kalau gampangnya kayak gini pasti banyak orang lain yang sudah membuatnya. Dalam jiwa seorang entrepreneur maka harus kita tanamkan sifat kreatif dan inovatif.
Adapun beberapa teknik untuk memancing kreatifitas, antara lain dengan rumus yang sangat NGETREN yaitu dengan rumus TAKUTIRUKO (tambah, kurang, tiru, ubah, dan kombinasi). Adapun sesuatu yang bisa di TAKUTIRUKO bisa berupa produk, cara produksinya, promosi, penjualan, pengelolaan, pembiayaan, penentuan harga, bahkan cara pelayanan konsumen. Bisa juga kita tambah dengan rumus ATM (amati, tiru, dan modifikasi) untuk meningkatkan usaha kita agar bisa menjadi yang lebih baik.
Peluang merupakan sesuatu yang ditemukan oleh seorang entrepreneur untuk memecahkan masalah nyata dalam kehidupan atau untuk meningkatkan nilai tambah. Adapun cara-cara untuk mengidentifikasi peluang antara lain dengan, memahami ciri-cirinya terlebih dahulu, lalu membedakan dengan yang lain, terus kita lanjutkan dengan berusaha untuk mendapatkannya.
Jangan pernah berhenti untuk mencari dan mengamati semua hal yang mungkin untuk dijadikan peluang bisnis. Karena yang namanya peluang bisnis tidak akan datang dengan sendirinya dan tidak secara tiba-tiba.
Tetap semangat....cayau....cayauuuu....semoga berhasil meraih mimpi-mimpinya, salam sukses untuk semuanya....
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)